A. Dasar pengoperasian kamera video
Kamera video ada berbagai macam merk, bentuk, dan varian. Begitu juga media penyimpanan gambar juga bermacam-macam. Semakin lengkap fitur yang dimiliki oleh sebuah kamera maka semakin mahal harganya. Contoh-contoh merk terkenal antara lain: Sony, Panasonic, Phillip, Ikegami, JVC, dan lain-lain. Dari berbagai merk tersebut masing-masing mempunyai beragam varian dan bentuk. Mulai kamera amatir, semi profesional, dan kamera profesional. Media penyimpanan gambar antara lain: Betacam, Dvcam, Dvc-pro, MiniDV, maupun berbentuk card (kartu memori).
Bagi pengguna pemula/ amatir biasanya dengan mode auto sudah cukup untuk mendapatkan gambar standar. Tatapi dalam kondisi tertentu, mode autotidak bisa kita pakai untuk mendapatkan gambar sesuai dengan kemauan kita. Itulah sebabnya kenapa para Kamerawan profesional sering menggunakan mode manual dalam mengoperasikan kamera.
B. Kontrol utama kamera video
Ada Tujuh kontrol dasar pada kamera video:
1. Exposure:
Aperture
Shutter Speed
(ND Filter)
(Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Depth of field
7. Audio Levels
Aperture, Shutter speed, ND Filter, dan Gain merupakan bagian dari exposure.
1. Exposure
Exposure secara sederhana dapat diartikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil.Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
2. Filter Colour
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.
Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu pijar lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajat Kelvin.
3. White Balance
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya lampu pijar di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untukwhite balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara mengatur white balance:
- Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
- Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
- Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
- Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
- Kamera siap untuk merekam.
4. Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle). Kita mengenalnya biasanya sebagai bagian untuk memperbesar atau memperkecil bagian gambar objek yang akan diambil. Zooming dibagi menjadi dua. Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up. Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Dari segi penggunaan alat Zooming bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan cara manual: dengan memutar ring zoom pada lensa. Kedua adalah dengan menggunakan fungsi Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handel Kamera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera.
5. Focus
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga diviewfinder dan monitor.
6. Depth of field (bidang kedalaman)
Adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, pengambilan gambar (shot) dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan Kamerawan mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus menggikuti fokus (follow focus) apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).
Tiga hal yang menentukan depth of field :
Panjang Fokal Lensa,
Semakin panjang fokal lensa, maka bidang kedalaman semakin sempit atau dengan kata lain fokus semakin tipis.
f-stop/ iris
Lebih besar bukaan iris (lebih kecil f-stop), maka bidang kedalaman semakin sempit / fokus semakin tipis. Misal f/16 bidang kedalamannya lebih lebar dari f/2.0
Jarak kamera dengan objek
Semakin jauh jarak kamera dengan objek, maka semakin luas bidang kedalaman. Sebaliknya jika semakin dekat jarak kemera dengan objek, maka semakin sempit bidang kedalaman.
7. Level suara (Audio Level)
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas suara juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa suara yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada pe-nonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
Mengoperasikan Kamera video yang baik dan benar merupakan hal yang harus diperhatikan oleh seorang kameramen.
C. Berikut ini contoh pengoperasian kamera Panasonic MD 10000.
§ Menu-menu dalam kamera Panasonic MD 10000
1. AC adaptor , DC input head and AC main head
2. Battery pack ( lithium- ion )
3. Infrared remote controller
4. External stereo microphone
5. S-video cord
6. AV cord
7. Shoulder strap
8. Head cleaning tape
9. Panasonic NV - MD 10000 manual
10. 10X Zoom.
Cara mengoperasikan kamera
Menu yang terdapat pada kamera Panasonic MD 10000 adalah :
1. Basic
Scene
|
mode
|
Rec
|
speed
|
Blank
|
search
|
Wind
|
cut
|
Clock
|
set
|
2. Advance
Sis
| |
Cinema
| |
Zoom
| |
Zoom mic (10x)
| |
Mic level
| |
Date/time
| |
Initial set
|
3. Setup
Fade
|
colour
|
Audio
|
rec
|
Rec
|
lamp
|
Remote
|
Display
|
sound
|
Beep
|
LCD
|
Power
|
EVF
|
set
|
Sen
|
save
|
4. Language
English
|
Cina
|
Arab
|
Korea
|
Spanyol
|
Cara membersihkan head kamera :
1. Cleaning tape digunakan dengan durasi tidak lebih dari 10 detik dalam posisi record. Jangan menggunakan cleaning tape untuk waktu lebih dari 10 detika karena akan memperpendek usia head drum.
2. Cleaning tape yang miliki tampaknya tidak memerlukan cairan (semprot). Untuk DV camcorder, cara membersihkan head drum dengan disemprot mohon dihindari karena dapat merusak head drum.
3. Zoom yang ada pada kamera Panasonic MD 10000
Optical zoom sebesar 16X. Disertakan pula digital zoom 'hanya' sampai 10x untuk menjaga distorsi gambar tidak terlalu banyak. Perlu diketahui, bahwa zoom secara digital akan membuat ketajaman gambar berkurang. Pada intinya Panasonic MD1000 ini didesain sebagai kamera professional dengan penggunaan yang semudah kamera amatir.
Optical zoom sebesar 16X. Disertakan pula digital zoom 'hanya' sampai 10x untuk menjaga distorsi gambar tidak terlalu banyak. Perlu diketahui, bahwa zoom secara digital akan membuat ketajaman gambar berkurang. Pada intinya Panasonic MD1000 ini didesain sebagai kamera professional dengan penggunaan yang semudah kamera amatir.
4. Konektor yang ada pada kamera Panasonic MD 10000
- S-Video
- Firewire
- USB
- Audio-video
- HDMI
Cara memasukan kaset Mini DV yang benar
1. Tekan kedepan tombol eject,lalu buka
2. Setelah terbuka tunggu sampai bagian dalam kamera terangkat dan terbuka dengan Otomatis
3. Lalu masukan kaset mini DV, dengan posisi bagian berwarna merah di bawah dan Yang berlubang ada di dalam
4. Tekan Push
5. Tunggu hingga menutup dengan otomatis
6. Setelah kaset berada pada posisi yang benar,tutup bagian luar tempat kaset.
Melakukan persiapan tes Kamera
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka melakukan pengecekan kamera adalah:
Melakukan pengecekan perlengkapan penunjang kemera diantaranya
1. Kabel
2. Listrik
3. Baterai
4. Memori
5. Power
6. Rel
Melakukan pengecekan fungsi kamera
Pengecekan ini dilakukan apakah alat bekerja dengan baik atau tidak. Biasanya jika kamera yang telah lama digunakan atau mempunyai history mengalami kerusakan atau benturan. Jika hal tersebut terjadi maka bagian perlengkapan harus menyiapkan kamera lain sebagai cadangan.
Mengetes stok film
Pengetesan stok film dilakukan untuk mengetahui seberapa besar memori yang masih tersedia. Baik yang bagian yang telah dipakai dalam satu media penyimpan atau bagian lain yang belum dipakai. Ini merupakan salah satu kegiatan antisipasi dalam menghindari habisnya memory atau film saat pengambilan gambar. Sebagai contoh, sebuah memory atau film hanya mempunyai sisa waktu untuk pengambilan gambar selama 3 menit, sementara scene yang akan di ambil mempunyai durasi waktu 5 menit, maka sebaiknya, kamerawan mengganti dengan baterai yang baru, sementara baterai yang tersisa 3 menit nanti akan digunakan untuk mengambil gambar yang mempunyai rentang waktu dibawah 3 menit. Dengan itu memori akan tertata dengan rapih. Tentunya kita tidak mau mendapat gangguan yaitu berupa memory habis padahal pekerjaan sedang berlangsung.
Berkoordinasi dengan laboratorium
Koordinasi dengan bagian laboratorium dilaksanakan dalam rangka melakukan pengecekan terhadap hasil produksi film yang telah didapat. Hal ini dilakukan jika sewaktu-waktu ada hasil gambar yang rusak atau ada bagian gambar yang terlewat sehingga diharuskan untuk melakukan pengambilan gambar ulang. Misalnya mengecek kualitas gambar, angle dari gambar, pencahayaan dan lain sebagainya.
4.2 MEMBUAT KARTU PERAWATAN PERALATAN MULTIMEDIA
Salah satu cara untuk melakukan pengecekan barang adalah dengan cara membuat lembar ceklist peminjaman dan pemakaian barang. Ceklah setiap perlengkapan dengan membuat lembar ceklist pemakaian misalnya sebuah kamera yang akan digunakan terlebih dahulu harus diperiksa dengan mengisikan pada format pengecekan barang:

Rencana kerja kamera merupakan turunan dari kegiatan syuting yang paling detail. Sebab seorang kamerawan akan mempersiapkan kamera berdasarkan kondisi dan situasi yang ada dalam skenario pengambilan gambar. Jika gambar ayang akan diambil malam hari atau siang hari maka tipe kamera atau lensa yang mendukung akan berbeda.
Sebagai contoh adalah :
a. Melihat daftar pengambilan scene.
No
|
Scene
|
Deskripsi
|
Kondisi
|
1
|
1
|
Pengambilan gambar ketika actor melakukandinner
|
Malam, kondisi indoor/ outdoor
|
2
|
2
|
Pengambilan gambar lomba marathon
|
Siang, kondisi outdoor
|
Tabel 2.2 Pengambilan Scene
b. Checking Baterai
Baterai Number
|
Kondisi
|
Baterai 1
|
Charging/use/empty
|
Baterai 2
|
Charging/use/empty
|
Baterai 3
|
Charging/use/empty
|
Baterai 4
|
Charging/use/empty
|
Baterai … dst
|
Charging/use/empty
|
Tabel 2.3 List Checking Baterai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar